Wisata Religi Masjid Jami Baitul Muttaqin Bandongan

G-PenaKedu – Taukah kamu bahwa ada sebuah masjid di daerah Bandongan, Kabupaten Magelang yang memiliki tradisi unik pada saat Bulan Ramadhan. Ya, nama masjid tersebut adalah Masjid Jami Baitul Muttaqin.  Masjid ini terletak di Dusun Sengon Trasan, Desa Trasan, Kecamatan Bandongan. Selain memiliki tradisi unik dan menarik, masjid ini juga memiliki infrastruktur yang berbeda dengan masjid kebanyakan.

Daya Tarik

Masjid Jami Baitul Muttaqin memiliki luas bangunan 15 x 15 meter yang komponen kayu penyusunnya menggunakan kayu jati. Salah satu keunikan masjid ini adalah adanya 16 soko guru atau tiang penyangga masjid. Mengapa bisa unik? Karena pada umumnya masjid hanya memiliki 4 tiang penyangga saja. Sedangkan, pada masjid Jami ini 4 tiangnya berada di tengah yang merupakan soko guru dengan tinggi 7-8 meter, lalu 12 tiang lain sekitar 2,5 meter.

Tiang-tiang tersebut berdiri dengan pola tertentu sehingga membentuk semacam ruangan atau bilik. Setiap ‘bilik’ memiliki nama tersendiri. Masyarakat sekitar meyakini bahwa setiap bilik memiliki manfaat masing-masing. Bahkan konon katanya ada ‘bilik’ khusus tempat berdoa untuk meraih jabatan tertentu.

Pola dan rangkaian kayu jati ini membuat bentuk Masjid Jami bentuknya menyerupai kapal kayu raksasa. Konon, nama Desa Trasan ini sendiri mengandung makna terusan Demak. Dalam hal ini, tentunya masih berhubungan dengan masjid tersebut yang berasal atau dipengaruhi gaya arsitektur masjid di Demak.

Dilihat dari sejarahnya, Masjid Jami Baitul Muttaqin Bandongan ini memilik keunikan tersendiri. Masjid ini juga merupakan Masjid tertua ketiga di Magelang setelah Masjid Agung Payaman dan Masjid Agung Kauman Kota Magelang

Meskipun tidak ada bukti tertulisnya, akan tetapi berdasarkan cerita masyarakat, banyak yang meyakini bahwa masjid ini dibangun sekitar tahun 1773 M. Dari sisi model bangunan, gaya arsitektur dan bahan bangunan Masjid Jami Baitul Muttaqin hampir sama dengan Masjid Agung Payaman dan Masjid Agung Kauman Kota Magelang.

Kegiatan Religi

Selain melaksankan kegiatan ramadhan layaknya di tempat lain, warga disini memiliki tradisi yang unik. Tradisi tersebut ialah setiap tanggal 21 Ramadhan mereka selalu melakukan tradisi selikuran yang sudah berlangsung selama ratusan tahun secara turun temurun.

Salah satu sesepuh Desa Trasan, Mbah Thoyib (91 tahun) mengatakan bahwa sejak dirinya bocah Tradisi Selikuran sudah ada dan selalu diikuti ratusan warga. “Tidak hanya warga sekitar Bandongan saja namun juga warga dari luar daerah, tentunya hal ini membuat halaman masjid, halaman rumah warga dan jalanan penuh dengan mobil-mobil dari luar kota,” katanya.

jamaah-masjid-jami-baitul-muttaqin-bandongan“Dulu kata orang tua kami awalnya warga disini memilih iktikaf di Masjid Jami Baitul Muttaqin Bandongan karena ini merupakan salah satu masjid tertua dan unik, namun tahun demi tahun semakin banyak yang melakukan iktikaf di masjid ini,” imbuhnya.

Makna selikuran sendiri yakni untuk menyambut malam Lailatul Qadar. “Malam ke 21 puasa ini merupakan malam dimana kala itu diturunkannya Al Qur’an, Ibadah di malam Lailatul Qadar ini jauh lebih baik dari ibadah seribu bulan sehingga masyarakat berlomba-lomba untuk memperbanyak ibadah,” paparnya.

Hingga saat ini pengunjung yang datang semakin bertambah. Baik itu dari dalam ataupun luar kota. Para pengunjung selalu mengikuti momen langka tersebut. Tidak hanya itu saja, sebagian besar dari mereka juga ada yang berjualan ataupun membeli souvenir yang dijual disekitaran masjid tersebut.

Basuki, salah satu pedangan yang sudah berlangganan berjualan di lokasi tersebut mengatakan bahwa para pedangan disini memiliki sugesti sendiri. Mereka percaya bahwa apabila berdagang pada Tradisi Selikuran maka barang dagangan akan laris. “Tidak hanya rejeki kami saja, akan tetapi juga barokah karena memenuhi kebutuhan umat Muslim yang sedang iktikaf di masjid,” tuturnya.

Keunikan inilah yang membuat Masjid Jami Baitul Muttaqin Bandongan memiliki daya tarik sendiri ketika bulan Ramadhan. Wisata Religi di Magelang juga cukup banyak, salah satunya adalah Masjid Jami yang menjadi salah satu tujuan para wisatawan religi. [BSN]

Author: Admin

cuma Admin yang memantau timeline - yang dibelakang layar biarlah tetap dibelakang layar :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *