Pasar Wengi Watu Gede – Energi Sumbing

G-PenaKedu – Pasar Kebon Watu Gede selalu memberikan inovasi baru setelah diresmikannya pada beberapa bulan yang lalu sebagai salah satu destinasi digital. Berbeda dengan hari pasarannya, beberapa waktu silam objek wisata ini menawarkan inovasi baru, yaitu membuka pasar malam hari. Adapun tajuknya adalah Pasar Wengi Watu Gede – Energi Sumbing yang di selenggarakan oleh Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Magelang yang berkerja sama dengan Borobudur Plus sebagai Event Organizer. Acara tersebut diselenggarakan mulai 22 Desember malam hingga 23 Desember 2018 siang hari.

Rangkaian Acara

Rangkaian acara diawali pada hari Sabtu malam yang digelar beberapa acara seperti:

  • Pembukaan Acara secara Resmi
  • Live Music Romantic
  • Sentra Tari Manohara
  • Konser Tetep Neng Ati
  • Obar-abir

Rangkaian acara pada Sabtu malam kala itu diakhiri dengan penerbangan lampion bersama dengan pengunjung lainnya. Dalam penerbangan lampion tersebut tentunya berisi akan harapan dan doa masing-masing kepada Sang Pencipta. Pada hari Minggu, 23 Desember dari pagi sampai siang diadakan lomba kesenian rakyat dan pasar kuliner seperti biasanya.

market-night-pasar-wengi-watu-gede

Konsep tempat dan acaranya disetting menjadi nuansa jadul yang dibingkai dengan dekorasi sentir serta obor agar tetap memiliki nilai tradisional. Dalam acara tersebut, hadir pula Kepala Disparpora Kabupaten Magelang Iwan Sutiarso beserta jajaran dan Forkompincam Bandongan.

Pembuka acara Pasar Wengi Watu Gede diawali dengan atraksi seni tari obor Obar Abir. Dari kilatan api, disusul pagelaran tari kolosal Manohara dari Sanggar Langen Budoyo Dusun Pucung Pogalan Kecamatan Pakis lereng Gunung Merbabu menambah suasana pasar yang digelar Minggu Pahing dan Minggu Legi penanggalan Jawa itu semakin meriah.

Sendratari Manohara sendiri berkisah tentang cinta tanah di sengketa yang berujung kedamaian. Semangat gotong royong dan kemakmuran seperti terpahat di salah satu relief Candi Borobudur. Acara semakin meriah ketika sejumlah kelompok band lokal dan konser Tetep Neng Ati yang dibawakan oleh bintang tamu Om Wawes dari Jogja. Para wisatawan dari berbagai kota sengaja datang demi menikmati sajian kuliner jajanan serba kuno yang nyaris punah.

Sesi Wawancara

Iwan Sutiarso menyampaikan sambutan Bupati Magelang, yakni bahwa Gunung Sumbing merupakan salah satu dari tiga gunung tertinggi di Jawa Tengah yang menyimpan banyak potensi wisatanya. Beliau mengatakan bahwa pihaknya telah menyarankan kepada pemerintah desa untuk dapat memaksimalkan potensi wisata yang ada, salah satunya adalah Pasar Kebon Watu Gede tersebut.

Iwan Sutiarso mengatakan bahwa dengan tema acara Pasar Wengi Watu Gede – Energi Sumbing mampu menjadi magnet wisata di sekitaran Sumbing ini. Jika melihat wisatawan yang hadir dalam acara tersebut, tentunya dapat memberikan manfaat kepada masyarakat desa dari wisata yang unik tersebut. Beliau juga mengutarakan bahwa objek wisata ini sangatlah inovatif dan kreatif dan berharap dapat berkembang lebih jauh lagi.

Konsep digital yang tetap mempertahankan kearifan lokal kuno merupakan kolaborasi yang sangat bagus. Terutama kolaborasi antar masyarakat desa dengan generasi milenial yang peduli dengan Pariwisata Kab. Magelang, salah satunya GenPI Magelang. Puncak acara yang ditandai dengan penerbangan lampion menurut beliau merupakan salah satu adat tradisi yang dilakukan setiap tahunnya pada setiap acara tertentu.

Hasil Perlombaan

Dalam event Pasar Wengi Watu Gede tentunya terdapat beberapa perlombaan dengan hadiah yang menarik tentunya. Lomba kesenian rakyat diikuti oleh 11 kelompok kesenian terpilih dengan ciri khas masing-masing dari ratusan pendaftar.

pemenang-lomba-pasar-wengi-watu-gede

Adapun daftar pemenang dari lomba kesenian tarian rakyat diantarnya :

  • Juara 1 – Jatilan Wahyu Satrio Budoyo dari Penggarengan, Kec. Kaliangkrik
  • Juara 2 – Soreng Kridho Nudaya dari Noyogaten Bandungrejo, Kec. Ngablak
  • Juara 3 – Topeng Ireng Arya Rimba dari Pager Bateh, Kec. Candimulyo

Sedangkan untuk daftar pemenang lomba penyaji terbaik adalah sebagai berikut :

  • Harapan 1 – Jatilan Madyo Budaya dari Pancar, Kec. Salaman
  • Harapan 2 –┬áRampak Buto Sanggar Tameng Budaya dari Kec. Bandongan
  • Harapan 3 –┬áMahesa Suro dari Jurang, Bandongan.

Demikianlah laporan dari agenda event Pasar Wengi Watu Gede – Energi Sumbing. Kami berikan selamat kepada para pemenang dan yang belum berhasil tetaplah berkarya untuk menampilkan yang terbaik di event-event berikutnya.

original content by : [BSN] – BNews

Author: Admin

cuma Admin yang memantau timeline - yang dibelakang layar biarlah tetap dibelakang layar :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *